Jakarta – Polri ungkap langkah buron nomor 1 Thailand, Chaowalit Thongduang, masuk ke dalam Indonesia. Chaowalit masuk lewat perairan Aceh memakai speedboat.
“Diketahui buronan itu ia masuk ke dalam Indonesia pada 8 Desember 2023 lewat lajur perairan laut Thailand memakai speedboat 200PK,” kata Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada dalam temu jurnalis, Minggu (2/6/2024).

Wahyu menjelaskan Chaowalit ditolong WNI dengan inisial SE yang disebut pemilik jasa sewa kapal untuk masuk ke dalam Indonesia. Chaowalit tempuh waktu 17 jam dari perairan La-ngu Thailand sampai hingga ke Indonesia.

“Kecepatan 17 knot, bersama waktu perjalanan sepanjang lebih kurang 17 jam,” katanya.

Seksi Jalinan Internasional (Hubinter) Polri memperoleh keinginan dari kewenangan Thailand untuk menolong lakukan penelusuran pada Chaowalit, sesudah narapidana kasus penembakan itu teridentifikasi kabur ke RI. Informasi itu dilakukan tindakan oleh Kepala Seksi Hubinter Polri yang memerintah Kepala Sisi Kejahatan Internasional (Kabag Jianter) Divhubinter Polri Kombes Audie Latuheru untuk pimpin penelusuran Chaowalit.

Nyamar Jadi ‘Sulaiman’

Chaowalit diamankan di Bali sesudah tujuh bulan lari dari negaranya. Chaowalit ada di Indonesia dengan memakai jati diri palsu sebagai masyarakat negara Indonesia (WNI).

Kepala Seksi Hubinter Polri Irjen Krishna Murti benarkan masalah penangkapan Chaowalit ini. Tetapi Krishna belum merinci berkaitan urutan penangkapan karena kasus ini akan di-launching Polri bersama kewenangan Thailand.

“Ya, betul. WN Thailand atas nama Chaowalit Thongduang, buron nomor 1 dari Thailand, sukses diamankan oleh Polri di Bali. Yang berkaitan ialah buron kewenangan Thailand. Untuk detilnya kelak akan dikatakan oleh Kabareskrim dalam launching khusus bersama faksi Thailand,” kata Irjen Krishna Murti saat dikontak reporter, Jumat (31/5).

Dikutip dari Bangkok Post, Chaowalit kabur ke Indonesia dan mempunyai paspor Indonesia palsu. Informasi yang didapat detikcom, Chaowalit menggenggam ktp (KTP) palsu atas nama Sulaiman, masyarakat Aceh.

Saat sebelum diamankan di Bali, Chaowalit teridentifikasi sebelumnya pernah ada di Medan, Sumatera Utara. Di situ ia ditolong dengan seorang masyarakat lokal.