Masyarakat yang Anggota Keluarganya Lenyap Selesai Erupsi Gunung Marapi Disuruh Melapor

MGO777, Agam – Polres Kota Bukittinggi minta warga yang anggota keluarganya lenyap di teritori Gunung Marapi selesai erupsi agar selekasnya melapor.

“Jika ada bagian keluarga yang diperhitungkan turut menaiki saat berlangsungnya erupsi, kami minta selekasnya melapor,” kata Kapolres Kota Bukittinggi Kombes Polisi Yessi Kurniati di Kabupaten Agam, Rabu.

Warga bisa melapor secara langsung ke kantor polisi paling dekat atau posko penelusuran yang berada di Nagari (dusun) Batu Palano atau posko Disaster Victim Identification (DVI) yang ada di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi.

Hal itu dikatakan Kapolres Bukittinggi untuk memperhitungkan ada korban Gunung Marapi, tetapi tidak masuk ke daftar reservasi online Balai Pelestarian Sumber Daya Alam (BKSDA) Propinsi Sumbar.

Apalagi, katanya, berdasar data faksi Nagari Batu Palano diprediksi MGO303 korban lenyap atau yang belum sempat diketemukan sampai hari ke-4 lebih dari 5 orang. Sementara, mengarah data BKSDA pendaki yang belum sempat diketemukan seseorang.

Hal tersebut diperkokoh lajur masuk ke dalam Gunung Marapi yang lumayan banyak, khususnya yang tidak sah. Selanjutnya, khusus penelusuran hari ke-4 team kombinasi akan menyisir disekitaran pucuk kawah sampai ke Taman Edelwais sampai ke Pucuk Merpati.

Dia memperjelas jika team temukan lebih satu orang korban, personil kombinasi akan menyelamatkannya ke bawah untuk proses analisis.

“Jika kita temukan lebih satu korban pasti kita penyelamatan, selanjutnya dideteksi team DVI,” katanya.

Data Korban Terupdate

Data up-date paling akhir yang didapatkan Liputan6.com, jumlah korban wafat karena erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada Minggu (3/12/2023) semakin bertambah jadi 22 orang. Data itu didapatkan per Rabu pagi (6/12/2023), jam 09.00 WIB.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik menjelaskan perincian keseluruhan sementara 75 korban, 52 salah satunya selamat, 22 telah diselamatkan wafat dan satu orang tetap dicari.

“Sampai hari ke-4 ini sementara 22 orang wafat,” katanya, Rabu (6/12/2023).

Korban yang wafat sekitar 22 orang yang telah diselamatkan sudah dibawa ke RS Ahmad Mochtar Bukittinggi, untuk proses analisis.

Dia sampaikan proses penelusuran dan penyelamatan tetap terus diteruskan. Sampai sekarang ini kehadiran seseorang korban masih belumlah diketahui.

“Tum kombinasi tetap lakukan penyisiran,” terangnya MGO55 .

Abdul sampaikan, keseluruhan 75 orang korban itu adalah data reservasi online pendakian Gunung Marapi dari pengurus yakni Balai Pelestarian Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar.