Harta Karun Nabi Sulaiman Diketemukan di Israel, Ini Didalamnya

Jakarta, MGO777 – Project penggalian team arkeolog Israel di teritori Ophel, Jerusalem pada 2012 lantas sukses temukan ‘harta karun’. Team itu temukan guci waktu berjalannya penggalian itu.
Barang kuno yang diketemukan bersama beberapa sisa enam guci yang lain rupanya ialah warisan Raja Solomon alias Nabi Sulaiman dalam tuntunan Islam.

Berdasarkan agama Islam, Nabi Sulaiman dikatakan sebagai raja ke-3 Israel dan raja yang arif. Dalam pada itu, dalam tuntunan Yahudi Nabi Sulaiman dikenali nama Raja Solomon, yaitu anak dari Raja Daud.

Sebagai figur raja dan penguasa, Nabi Sulaiman disebutkan mempunyai kekayaan yang banyak dan sekarang terselinap pada sebuah tempat.

Meskipun diketemukan pada 11 tahun lalu, beberapa arkeolog baru bisa pecahkan teka-teki arti harta karun itu pada 2023. Arkeolog dari Kampus Ibrani Yerusalem, Daniel Vainstub, sukses pecahkan makna kata yang terukir di pecahan leher guci warisan pemerintah Raja Sulaiman di Israel Kuno.

Isi Tulisan di Guci

Sepanjang 10 tahun akhir, lebih dari sepuluh periset sudah mengajukan usul makna dari kata yang terukir di leher guci itu. Tetapi, sebelumnya tidak pernah ada sama sesuai dan disepakati oleh beberapa pakar yang lain.

Merilis dari Live Science, lewat study yang dipublikasi Jerusalem Journal of Archaeology, Dr. Daniel Vainstub mengutarakan jika kata yang dibuat di leher kendi mempunyai makna “Ladanium 5”.

“Ladanium 5” ialah kata yang mengarah pada getah tanaman wewangiantik yang dipakai untuk membikin dupa atau kemenyan, yaitu Labdanum atau Cistus Ladanifer.

Dr. Daniel menjelaskan MGO777, tulisan itu dibuat memakai aksara Arab Selatan Kuno dengan bahasa Sabaean. Biasanya, bahasa Sabaean dipakai pada jaman Alkitab di Semenanjung Arab, persisnya Kerajaan Sheba yang sekarang jadi Yaman.

Tulisan ini juga diyakinkan beberapa arkeolog sebagai tulisan paling tua yang dicatat memakai aksara Arab Selatan Kuno yang diketemukan di Israel.

Selainnya pecahan guci “Ladanium 5”, beberapa pakar MGO55 temukan enam kendi besar lain saat ekskavasi atau penggalian benda purbakala pada 2012 di Ophel, Jerusalem, Israel. Diperhitungkan, potongan kendi ini asal dari era kesepuluh Saat sebelum Masehi (SM).

Dalam laporan risetnya, periset memandang jika kendi-kendi itu ialah pertanda “jalinan yang terang” di antara Raja Salman dan Kerajaan Sheba, yang berperanan penting saat membudidaya tanaman yang diperlukan untuk produksi minyak wangi dan dupa.

Sementara ketika yang masih sama, Kerajaan Sulaiman mengatur jalur perdagangan yang melewati gurun Negev ke arah pelabuhan Mediterania, yaitu tempat beberapa barang di-export.

“Merinci prasasti di guci ini mengajari kita bukan hanya mengenai kedatangan seorang pengucap Sabaean di Israel pada periode Raja Sulaiman, tapi juga mengenai mekanisme jalinan geopolitik di daerah kita di saat itu,” papar Vainstub.