Aliran Telegram yang berkaitan dengan Wagner Grup melaunching video yang memperlihatkan bos barisan tentara bayaran itu, Yevgeny Prigozhin, menjelaskan akan membuat tentara Belarusia lebih bagus dibanding tentara Rusia.
“Selamat tiba beberapa teman…Selamat tiba di tanah Belarusia,” kata seorang pria yang didengar seperti Prigozhin di video itu pada Rabu (19/7/2023) malam, dikutip Newsweek.

“Saat ini apa yang terjadi di muka [di Ukraina] ialah noda di mana kami tidak butuh berperan serta,” kata Prigozhin, menambah jika sepanjang Wagner berada di Belarusia, mereka akan jadikan tentara Belarusia “tentara ke-2 di dunia, apabila perlu, kami akan bela mereka.”

Ia menyentuh pengakuan belakangan ini oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, yang menjelaskan pada Juni lalu jika tentara Rusia saat ini ialah yang paling kuat ke-2 di Ukraina. Semenjak 2011, tentara Rusia secara stabil tempati rangking ke-2 sesudah Amerika Serikat antara yang paling kuat di dunia ada dalam rangking kemampuan militer Global Firepower.

Walaupun detil spesifiknya belum juga tahu, di bawah persetujuan yang ditengahi oleh pimpinan Belarusia Alexander Lukashenko yang akhiri perlawanan Prigozhin di Rusia di akhir Juni, tuduhan pada ia dan beberapa pejuang Wagner diurungkan dan mereka akan berpindah ke Belarusia.

Adapun, Prigozhin belum kelihatan di muka umum semenjak akhir perlawanannya.

Prigozhin minta beberapa pejuangnya untuk memerhatikan bukti jika orang Belarusia berjumpa mereka “tidak cuma untuk pahlawan, tapi juga sebagai saudara”.

“Dan kemungkinan kita a lagi berperang di saat kita percaya jika kita tidak dipaksakan untuk membuat malu diri sendiri dan pengalaman kita,” kata Prigozhin.

Prigozhin menjelaskan Wagner “akan menanti waktu kami sampai kami bisa menunjukkan diri seutuhnya. Karena itu, ditetapkan jika kami akan ada di sini, di Belarusia, untuk beberapa saat.”

Clip itu mengidentifikasi video pertama ‘penampakan’ Prigozhin semenjak ia pimpin beberapa pejuangnya sebagai sisi dari “Pawai Keadilan” menantang pejabat Kremlin dari Rusia selatan ke arah Moskow pada 24 Juni.